Bendungan Sepaku Semoi di Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur akan dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) apung berkapasitas 100 MW. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat infrastruktur energi bersih di IKN, mendukung visi pembangunan kota yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
PLTS apung ini akan memanfaatkan permukaan air bendungan untuk menempatkan panel-panel surya, sehingga tidak memerlukan lahan darat yang luas. Selain menghasilkan listrik, keberadaan PLTS apung juga membantu mengurangi evaporasi air dari permukaan bendungan, menjaga kualitas air, dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan ruang.
Proyek ini dijalankan oleh konsorsium perusahaan energi terbarukan yang berkolaborasi dengan pihak pemerintah. Teknologi canggih yang digunakan dalam PLTS apung memungkinkan penyesuaian terhadap kondisi cuaca dan perubahan ketinggian air, sehingga produksi listrik tetap optimal sepanjang tahun.
Dengan kapasitas 100 MW, PLTS apung di Bendungan Sepaku Semoi diharapkan mampu menyuplai listrik yang cukup untuk kebutuhan energi di IKN. Ini akan mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menurunkan emisi karbon. Proyek ini juga mencerminkan komitmen Indonesia dalam mengembangkan energi terbarukan dan mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca.
Inisiatif ini menunjukkan bagaimana inovasi teknologi dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan menjadikan IKN sebagai model kota masa depan yang mengedepankan energi bersih.

No comments:
Post a Comment